Sistem Keamanan Nasional di Era Demokrasi dan Globalisasi
Jumat, 20 Agustus 2010
Pidato Presiden RI Pada 22 Jun 2010.
SAYA sering mengatakan sebuah bangsa
tidak boleh kering ide dan kering idealisme. Sebab, ide dan idealisme itulah
yang menjadi semacam the driving force untuk kemajuan bangsa dan negara.
Saya juga sering mengingatkan, janganlah kita ini serba, saya ulangi serba
praktis dan pragmatis. Meskipun pragmatisme itu perlu dalam keseharian saya,
misalnya. Demikian juga untuk memecahkan masalah, mengambil keputusan, menetapkan
kebijakan, kita sering harus pragmatis. Paham masalah, kita carikan solusi, dan
lakukan tindakan. Namun, pragmatisme itu dalam konteks kehidupan berbangsa dan
bernegara. Pragmatisme dalam menjalankan roda pemerintahan pada tingkat
nasional itu haruslah pragmatisme dengan visi.
Tahun ini, pemerintah menganggarkan Rp 1,2
trilyun
dari APBN untuk penanggulangan lumpur Lapindo. Proses politik menggeser human
error menjadi bencana alam.
Fenomena lain yang tidak mungkin terjadi di era sebelumnya adalah
terus mengemukanya tuntutan jaminan perlindungan hukum terhadap etnis
Tionghoa. Bagi sementara warga ETI, masalah perlindungan hukum ini
diyakini dan dianggap sebagai persoalan mendesak di tengah trauma
keamanan masa lalu, yang masih sering dikaitkan dengan Tragedi Mei
1998.