Mantan gubernur Bank Sentral AS itu menjadi penasihat utama Obama dalam upaya membenahi sektor perbankan AS.
Sejak
Obama mulai kampanye sebagai presiden, Volcker telah mendukung Presiden
AS itu. Tetapi, idenya tidak serta-merta menarik perhatian Obama karena
kebijakan ekonomi Obama lebih banyak diarahkan oleh penasihatnya,
Lawrence Summers, dan Menteri Keuangan Timothy Geithner.
Bagi
Volcker, penampilannya kembali di panggung ekonomi AS merupakan episode
terakhir dari pelayanannya kepada publik. Sejak muda, Volcker malang
melintang di dunia perekonomian AS. Pengakuan Obama terhadap
pemikiran-pemikiran Volcker juga menjadi kemenangan kedua Volcker dalam
beberapa bulan terakhir. Tepat pada hari raya Thanksgiving lalu, lelaki
jangkung dengan tinggi hampir 2 meter dan berusia 82 tahun itu melamar
asistennya yang sangat setia dan sabar, Anke Dening. Dening adalah
perempuan keturunan Jerman yang berusia 20 tahun lebih muda.
Sebelum
meminang Dening, Volcker menikah dengan Barbara Bahnson, putri seorang
dokter pada 11 September 1954. Bahnson meninggal pada 14 Juni 1998
setelah lama mengidap diabetes. Mereka memiliki dua anak, Janice,
perawat lulusan Universitas Georgetown, dan James, periset pada
Universitas New York, yang terlahir menderita
cerebral palsy. Volcker juga adalah kakek dari empat cucu.
Volcker lulus dari Universitas Princeton dengan predikat
summa
cum laude. Dia kemudian melanjutkan pendidikannya ke Universitas
Harvard pada bidang administrasi publik. Pada saat yang sama, Volcker
itu juga magang di Bank Sentral. Walaupun banyak bekerja di Bank
Sentral dan Departemen Keuangan, dia juga terlibat di sektor swasta.
Karier Volcker memuncak ketika dia ditunjuk sebagai Gubernur Bank
Sentral oleh Presiden AS Jimmy Carter tahun 1979. Lelaki itu kemudian
menjadi terkenal karena berhasil meredakan inflasi besar tahun 1970-an.
Dicerca
Gubernur
Bank Sentral juga bertindak sebagai ketua dari Komite Pasar Terbuka
Federal (FOMC) yang memutuskan arah kebijakan moneter AS. Pada periode
1979 dan 1980 di bawah kepemimpinan Volcker, FOMC berhasil melawan
inflasi dua digit dengan cara mengetatkan target pertumbuhan pasokan
uang.
Langkah ini berlawanan dengan kebijakan pada masa lalu.
Biasanya, inflasi tinggi dilawan dengan mengontrol tingkat suku bunga
yang meningkatkan pertumbuhan pasokan uang. Hasil dari perubahan
kebijakan itu adalah kenaikan pesat tingkat suku bunga. Tingkat suku
bunga utama dari 11,2 persen terus naik mencapai 21,5 persen pada
Desember 1980. Dengan tingkat suku bunga yang sangat tinggi,
perekonomian jatuh ke dalam resesi terburuk dalam 40 tahun. Tingkat
pengangguran mencapai 10,7 persen pada tahun 1982.
Selama
periode ini, Volcker menjadi sasaran kritik dari berbagai arah. Sebuah
majalah perdagangan memasang poster Volcker lengkap dengan tulisan
?Dicari? seperti mencari seorang buronan. Volcker dan rekan-rekannya di
Bank Sentral dituduh sebagai pembunuh berdarah dingin karena telah
membunuh jutaan bisnis skala kecil.
Kebijakan keras dari FOMC
menuai kritik dari mereka yang merasa harga yang dikeluarkan untuk
menurunkan tingkat inflasi terlalu mahal. Krisis itu juga telah membuat
Kongres mempertanyakan, apakah independensi the Fed harus dikecilkan.
Namun, Volcker bukannya diberhentikan dari jabatannya, melainkan
dipilih lagi oleh Presiden Ronald Reagan untuk masa jabatan kedua pada
Agustus 1983. Volcker digantikan oleh Alan Greenspan pada tahun 1987.
Walaupun
saat itu dia menjadi orang nomor satu di Bank Sentral, hidup Volcker
sederhana. "Dia hanya mengisap rokok seharga 10 sen, bolak-balik dari
New York ke Washington di kelas ekonomi,"ujar Jim Wolfensohn, mantan
Presiden Bank Dunia. Saking sederhananya, Volcker juga digambarkan
sebagai seorang pelayan publik dengan istri yang sakit-sakitan serta
gaji yang kecil.
Sejak meninggalkan the Fed dua dekade lalu,
Volcker memainkan berbagai peranan sebagai penasihat di mana-mana,
termasuk di PBB dan Bank Dunia. Dia tidak tergiur mendapatkan kedudukan
tinggi di perbankan di Wall Street yang jelas-jelas memberikan
penghasilan sangat besar.
Pekerjaan Volcker pertama setelah
meninggalkan the Fed adalah sebagai ketua tak bergaji pada Komisi
Nasional Jasa Publik, sebuah kelompok kerja swasta yang didirikan oleh
para pegawai negeri. Kemudian dia menjadi ketua firma bank investasi
New York James D Wolfensohn dan mendapatkan gaji besar untuk pertama
kali dalam hidupnya. Pada era 1990-an, dia menjadi pengamat ekonomi
yang disegani dalam masalah-masalah finansial di AS.
September lalu, Volcker mengatakan kepada DPR AS bahwa "Kepemilikan atau mensponsori
hedge fund dan
private
equity fund merupakan aktivitas yang seharusnya dilarang dilakukan oleh
bank komersial. Ada benturan kepentingan dengan hubungan perbankan
normal." Tetapi, ide ini belum juga didengar oleh Obama hingga akhir
tahun lalu.
Meskipun idenya sudah didengar,
Volcker juga menyatakan frustrasi karena Gedung Putih tidak bertindak
lebih awal untuk membatasi ukuran bank yang mendapatkan subsidi
terang-terangan dari lembaga penjamin simpanan.
Apakah karier Volcker akan kembali terus bersinar di bawah pemerintahan Obama, kita masih akan menantikan sepak terjangnya.
(FT/Britanica.com)