Home arrow Hotspot arrow Retail Tradisional Terimpit Raksasa Global
Retail Tradisional Terimpit Raksasa Global Print E-mail
Rabu, 17 Februari 2010

Ribuan pedagang kecil di kompleks olahraga Jakabaring, Palembang, menolak relokasi Carrefour. Indonesia sangat liberal dengan membuka keran bisnis retail. Harus segera ditata ulang.

Sedianya, rencana investasi asing untuk membangun gedung baru di kompleks olahraga Jakabaring disambut gembira masyarakat Palembang, Sumatera Selatan. Sayang, belum apa-apa, bangunan yang ditargetkan rampung pada 2011 dengan memakai pola kerja sama BOT maksimal 30 tahun itu sudah menuai protes. Maklum, investasi pembangunan gedung kali ini tak lain untuk merelokasi gerai perusahaan retail asal Prancis, Carrefour, yang sebelumnya berada di Palembang Square Mall.

Ribuan pedagang kecil di sekitar kompleks olahraga itu langsung pasang barikade dan menolak rencana kehadiran salah satu raksasa retail dunia tersebut. Para pelaku usaha yang terdiri dari para penjual aneka ragam dagangan itu mengaku khawatir usahanya kalah bersaing dengan Carrefour. "Kami akan mendukung upaya pedagang untuk menolak Carrefour," ujar Sekretaris Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia, Ngadiran, dalam siaran persnya.

Ngadiran menyayangkan sikap pemerintah daerah yang justru memberikan izin pembangunan Carrefour di lokasi yang masih tergolong kota itu. "Silakan pasar modern mencari kawasan sendiri yang berada di luar kota, karena mereka tetap akan didatangi pembeli," katanya.

Meski salah satu tujuannya menyongsong SEA Games 2011 di kota itu, anggota DPRD Sumatera Selatan, Arudji Kartawinata, menyayangkan rencana itu. "Sayang, pemerintah belum melakukan komunikasi dengan kami," tutur Arudji kepada Noverta Salyadi dari Gatra.

Kisah kehadiran retail asing yang ditolak pedagang tradisional sejatinya bukan kali pertama ini terjadi di Tanah Air. Sayangnya, protes pedagang kecil itu kerap tak membuahkan hasil. Yang ada, dominasi peretail asing makin kuat menggeser retail lokal. Harus diakui, cengkeraman peretail asing Tanah Air memang makin kuat.

Luasnya pasar membuat Indonesia jadi incaran peretail asing. Carrefour yang mulai masuk ke pasar Indonesia pada 1998 dengan format hypermarket makin digdaya setelah mengambil alih 75% saham PT Alfa Retailindo Tbk, pengelola Alfa Supermarket, dua tahun silam. Lepasnya Alfa Retailindo ke Carrefour ketika itu tinggal menyisakan satu pemain retail lokal yang lumayan besar untuk bersaing, yakni PT Matahari Putra Prima Tbk yang memiliki jaringan Matahari Department Store dan Hypermart, retail lokal yang dimiliki Kelompok Lippo.

Sayang, "pertahanan terakhir" atas dominasi asing di sektor retail itu akhirnya tumbang juga setelah PT Matahari Putra Prima menjual 90,76% kepemilikannya di PT Matahari Department Store Tbk (MDS) kepada CVC Capital Partners, Januari lalu. Rencananya, salah satu perusahaan pengelola aset swasta terbesar di dunia itu membeli 2,65 milyar saham MDS dari total modal disetor, dengan nilai transaksi Rp 7,16 trilyun atau setara dengan Rp 2.705,33 per saham.

Dengan aksi itu, jaringan toko retail Matahari yang terdiri dari 88 department store, 47 hypermarket, 27 supermarket, 53 outlet health & beauty centers, 90 pusat hiburan keluarga, dan 16 gerai toko buku internasional yang tersebar di lebih dari 50 kota di Indonesia ini akan berganti pengendali. "Keputusan finalnya nanti, pada saat RUPSLB yang dilakukan 4 Maret mendatang," ujar Direktur Utama Matahari Putra Prima, Benjamin Mailool, ketika dimintai komentar tentang proses akuisisi itu.

***

Peretail asing yang makin merajainya pentas retail modern di Tanah Air itu, menurut pengamat ekonomi Hendri Saparini, tak lepas dari setengah hatinya pemerintah dalam mengatur keran bisnis ini. Pemerintah, kata Hendri, justru seakan membuka kesempatan kepada retail modern untuk menggempur pasar lokal. "Terbukti, untuk urusan sistem retail, Indonesia sangat liberal," kata ekonom dari Econit itu kepada Birny Birdieni dari Gatra.

Jika perkembangan pasar asing dan tradisional di Tanah Air dibandingkan dengan negara-negara lain, menurut Hendri, nuansa liberalisasinya memang begitu terasa kental. Jika porsi retail asing modern di Jepang dan Korea Selatan masing-masing dibatasi 1% dan 3%, lain halnya dengan di Indonesia. Pada 2008 saja, kepemilikan retail asing di Indonesia mencapai 13%. "Akibatnya, market share retail tradisional makin kalah bersaing dari pelaku retail modern asing," ujarnya.

Hendri Saparini meminta pemerintah lebih serius memberikan level playing seat yang sama antara retail tradisional dan raksasa-raksasa asing. "Caranya, yang kecil harus diberi empowering, sedangkan yang besar harus ditata agar tidak memakan pasar kecil," katanya. Pemerintah pun harus lebih memikirkan nasib 12 juta pedagang tradisional ketimbang peretail raksasa dari luar. "Jika harus bersaing dengan retail asing yang di-backup kapital besar, ya, sulit bagi pedagang tradisional untuk bersaing," ia menegaskan.

Hendri menyayangkan jika sejauh ini pemerintah lebih fokus pada pengaturan jam buka dan zonasi saja dalam mengatur bisnis retail itu. "Tetapi lokasi antara retail asing dengan retail tradisional malah tak disentuh," tuturnya. Padahal, dalam Peraturan Presiden Nomor 112/2007 disebutkan bahwa pasar modern harus memperhatikan jarak dengan pasar tradisional yang telah ada. "Saatnya pengaturan lokasi yang jadi prioritas," ujarnya.

Untuk itu, Hendri meminta pemerintah pusat dan daerah lebih tegas dalam memberi izin lokasi bagi retail asing. "Tak ada lagi izin retail asing untuk lokasi di tengah kota," katanya. Tak hanya itu. Barang yang dijajakan di retail modern ini pun mesti dibatasi hanya untuk produk-produk skala grosir. "Bukan malah menyasar eceran," ia menambahkan.

Sudah saatnya pemerintah lebih memperhatikan para pengusaha retail tradisional yang umumnya pelaku usaha mikro kecil menengah. "Sudah saatnya mereka mendapat bimbingan untuk memodernisasi usahanya," kata Hendri. Para peretail lokal pun harus memiliki bargaining empowering yang sama dengan peretail asing di depan produsen. "Supaya mereka juga mendapat harga kulakan yang sama dengan pasar modern," paparnya.

Untuk itu, Hendri mendesak pemerintah untuk mengevaluasi undang-undang dan penataan aturan perundangan tentang retail. "Retail asing dan besar itu harus diatur sebagaimana di negara maju," katanya. Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perdagangan pun harus segera dirampungkan agar bisa menjadi payung hukum untuk mengatur perkembangan retail asing di Indonesia. "RUU ini semestinya menjadi prioritas," ujarnya.

Ketua Komite Tetap Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Kamar Dagang dan Industri, Bambang Soesatyo, pun sepakat jika pemerintah harus lebih menaruh perhatian kepada peretail tradisional yang mulai tergusur oleh keperkasaan peretail asing. "Sangat berbahaya jika modal asing terlalu dominan di sektor retail ini," kata politikus Partai Golkar itu kepada Andya Dhyasa dari Gatra.

Ia khawatir, melesatnya dominasi asing dalam menguasai retail nasional memunculkan konflik horizontal di masyarakat. "Jangan disalahkan jika terjadi krisis sosial antara pedagang tradisional dan supermarket asing," ujarnya.

Sayang, sejauh ini pemerintah terkesan masih belum menyadari munculnya bibit-bibit konflik itu, dengan belum diakomodasinya kebijakan yang berpihak kepada peretail tardisional. "Yang ada, industri hypermarket yang notabene milik asing malah lebih tumbuh dan menguasai dari hulu hingga hilir," katanya.

Hatim Ilwan



- Luasnya pasar membuat Indonesia jadi incaran peretail asing.

- Matahari Putra Prima sebagai pertahanan terakhir atas dominasi asing di sektor retail akhirnya menjual kepemilikan sahamnya di PT Matahari Department Store kepada pihak asing.

- Melesatnya dominasi asing dalam menguasi retail nasional dapat memunculkan konflik horizontal di masyarakat.

 

Comments
Add New Search
fake watches   |111.75.250.xxx |2010-05-22 09:47:44
the hottest fake rolex selling handbags on the rolex vend. acquire places to fake rolex watches asset trait imitations are www.goodbags.org, for Corum Bubble XL Steel Blue Mens 163-250-20-0F03... they adduce uncommon the replica watches first imitations besides guarantee Rado Integral Midsize R20429722 your amusement. This online Anya HindarMarch replica Rado Sintra Jubile Ceramic and Gold Men... angel Handbags mess is rolex replica watches recognized to symbolize exclusive replica watches of the terrific when original comes Seamaster Aqua Terra Mens 2512.50.00-879 to purchasing the boss Concord {mod} morale imitations of the omega replica high-priced term present Anya HindarMarch handbags. No replicas of designer bags unaccompanied will ultra realize replica bags the diversity (including you) Valention handbag 28078 Color Crocodile skin bags when you clench an imitations from Chloe bag 9603 Chocolate knockoffs this online store. Hindmarsh designer handbags highest started her ...
wow power leveling  - 0wow gold     |123.145.169.xxx |2010-05-24 07:43:15
We are sell wow gold and wow power leveling and wow gold or wow power leveling
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 
< Prev   Next >