| NU AS-Kanada Dukung KH Sahal Mahfudz |
| Selasa, 09 Maret 2010 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
PATI -
Sekretaris Perwakilan Nahdlatul Ulama (NU) Cabang
Amerika Serikat (AS) dan Kanada Sumanto menyatakan hal itu kepada
Kompas, Senin (8/3), terkait dengan hasil forum silaturahim para rais
syuriah dan kiai di Pondok Pesantren Maslakul Huda, Kajen, Kabupaten
Pati, Jawa Tengah, Minggu.
Sumanto mengatakan, KH Sahal harus maju sebagai calon rais aam. Pasalnya, KH Sahal merupakan sosok ulama yang selalu berkomitmen menjaga independensi pribadi sekaligus NU untuk tidak berpolitik praktis. Namun, kalau terpilih lagi sebagai rais aam, KH Sahal diharapkan mampu memberdayakan dan mengembalikan syuriah sebagai lembaga tertinggi NU. Selama ini, para ulama syuriah selalu memberikan masukan atau kritik atas nama pribadi. "Para rais syuriah akan semakin kuat kalau bertindak atau memberikan kebijakan atas nama lembaga, bukan individu-individu," lanjutnya. Sumanto yang juga antropolog agama itu mengingatkan NU agar pada saat muktamar nanti tidak berfokus pada persoalan internal. Pasalnya, selama ini, arus kuat materi muktamar NU mengarah pada pembahasan draf AD/ART baru, perebutan kursi rais aam, dan perdebatan Khittah NU. Padahal, ada agenda penting yang seharusnya dirembuk NU, yaitu ancaman gerakan kultural di tubuh NU dan radikalisme agama. Dua gerakan itu dapat memecah belah NU dan merongrong pluralisme Indonesia. Dalam forum
silaturahim di Pati, Ketua Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Selatan KH
Sanusi Baco melalui Nur Taufiq berpesan agar NU merenungkan kembali
simbol NU (bola dunia, tali, dan sembilan bintang). Bola dunia
menggambarkan keanekaragaman kelompok-kelompok NU, tali merupakan
pengikat kebersamaan, dan sembilan bintang merupakan penuntun yang
menjadi tugas syuriah.
Kompas, Selasa, 9 Maret 2010
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||